PERBANYAKAN TANAMAN PADA BUAH SECARA VEGETATIF
LAPORAN
AKHIR
Diajukan Untuk
Memenuhi Sebagian Persyaratan
Mata praktikum MPT
Hortikultura Buah
Program Studi
Agroteknologi
Disusun
Oleh :
1. Riski
Pratama 201310200311001
LABORATORIUM
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN - PETERNAKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH MALANG
2015
KATA
PENGANTAR
Alhamdulilah, puji
dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunianya kepada
kami sehingga dapat menyelesaikan tugas laporan akhir mata praktikum MPT Hortikultura buah dan sayur.
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya sebagai balasan atas amal baik dari semua pihak yang telah
disebutkan di atas. Penulis mengharap saran dan kritik yang membangun guna
kesempurnaan tugas laporan akhir ini. Semoga laporan akhir ini dapat memberikan
manfaat bagi semua pihak yang membacanya.
Malang, 28 November 2015
Penulis
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
|
No.
|
|
Halaman
|
|
1
|
Tabel
hasil pengamatan praktikum………………………..
|
|
DAFTAR GAMBAR
|
No
|
|
Halaman
|
|
1.
|
Cara
mencangkok…………………………………………………………….
|
|
|
2.
|
Cara
okulasi……………………………………………………………..
|
|
|
3.
|
Cara
penyusuhan…………………………………………………….....
|
|
|
|
|
|
DAFTAR LAMPIRAN
|
No.
|
|
Halaman
|
|
1
|
Dakumentasi
pengamatan praktikum………………………..
|
|
BAB I. PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pada
dasarnya setiap mahluk hidup pasti akan melakukan proses perbanyakan atau
reproduksi yang mempunyai tujuan utama untuk mempertahankan keberadaan jenisnya
secara berkelanjutan. Cara perbanyakan mahluk hidup dapat di bedakan menjadi
dua yaitu perbanyakan secara generatif dan perbanyakan secara vegetatif.
Perbanyakan secara generatif
merupakan proses perkembangbiakan yang melibatkan peleburan gamet jantan dan
gamet betina. Proses peleburan dua gamet ini biasa kita sebut pembuahan.
Perbanyakan secara generatif terjadi pada tumbuhan berbiji, baik gimnospermae
(berbiji terbuka) maupun angiospermae (berbiji tertutup). Sedangkan perbanyakan
secara vegetatif merupakan cara perkembangbiakan tanpa melalui proses peleburan
dua gamet, artinya satu induk tumbuhan dapat memperbanyak diri menghasilkan
keturunan yang memiliki sifat identik dengan induknya. Perbanyakan secara
vegetatif dapat terjadi secara alami atau buatan (artifisial).
Perbanyakan secara vegetatif alami
merupakan cara perkembangbiakan yang dilakukan tumbuhan tanpa melibatkan
bantuan manusia. Contoh perbanyakan secara vegetatif alami antara lain rhizoma, stolon, umbi lapis, tunas, umbi
batang, spora, sedangkan perbanyakan secara vegetatif buatan merupakan cara
perkembangbiakan tumbuhan yang sengaja dilakukan oleh manusia. Manusia sengaja
memanfaatkan kemampuan maristematis tumbuhan untuk menghasilkan lebih banyak
keturunan. Cara perbanyakan ini
tergolong cara yang sangat efektif karena dilakukan dalam waktu yang relative
lebih singkat dibandingkan dengan perbanyakan secara vegetatif alami. Contoh
perbanyakan secara vegetatif buatan antara lain stek, cangkok, sambung sisip,
tempel (okulasi), sambung pucuk, sambung susu, kultur jaringan.
1.2 Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan agar para
mahasiswa/praktikan mengenal dan bisa langsung mempraktikan teknik perbanyakan secara
vegetatif dengan cara mencangkok, okulasi, penyusuhan dan grafting (sambung
pucuk) serta mengamati faktor-faktor yang mempengaruhi perbanyakan tersebut
sehingga nantinya dapat membandingkan perbanyakan vegetatif mana yang paling
baik.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Perbanyakan Tanaman Buah
Pembiakan tanaman atau perbanyakan tanaman (plant propagation) adalah proses
menciptakan tanaman baru dari berbagai sumber atau bagian tanaman, seperti
biji, stek, umbi, dan bagian tanaman lainnya (Wikipedia, 2012). Tujuan utama dari
pembiakan atau perbanyakan tanaman adalah untuk mencapai pertambahan jumlah,
memelihara sifat-sifat penting dari tanaman dan juga untuk mempertahankan
eksistensi jenisnya. (Askari, 2010).
Ada dua cara perbanyakan tanaman, yaitu perbanyakan
secara seksual atau generatif dan perbanyakan secara aseksual atau vegetatif. Perbanyakan
secara seksual atau generatif adalah proses perbanyakan dengan menggunakan
salah satu bagian dari tanaman, yaitu biji. Keuntungan dari perbanyakan generatif
diantaranya adalah mudah dikerjakan, benih mudah disimpan, akar tunggang dan kemungkinan
infeksi virus kecil, sedangkan keuntungan dari perbanyakan vegetatif
diantaranya adalah lebih cepat
berbuah, sifat turunan sesuai dengan induk dan dapat digabung sifat-sifat yang
diinginkan. (Pratiknyo P, 2002).
2.2
Cara Perbanyakan Vegetatif Pada Buah
Perbanyakan tanaman secara vegetatif merupakan suatu
cara-cara perbanyakan atau perkembangbiakan tanaman dengan menggunakan
bagian-bagian tanaman seperti batang, cabang, ranting, pucuk, daun, umbi dan
akar, untuk menghasilkan tanaman yang baru, yang sama dengan induknya. Perbanyakan
tanaman secara vegetatif tersebut tanpa melalui perkawinan atau tidak
menggunakan biji dari tanaman induk. Prinsipnya adalah merangsang tunas
adventif yang ada dibagian-bagian tersebut agar berkembang menjadi tanaman
sempurna yang memiliki akar, batang, dan daun sekaligus. (Ashari, S. 1995)
Perbanyakan tanaman secara vegetatif dapat
dilakukan secara alamiah yaitu perbanyakan tanaman tanpa melalui perkawinan
atau tidak menggunakan biji dari tanaman induk yang terjadi secara alami tanpa
bantuan campur tangan manusia. Perbanyakan tanaman secara vegetatif alamiah
dapat terjadi melalui tunas, umbi, rizoma, dan geragih (stolon). Perbanyakan
tanaman secara vegetatif juga dapat dilakukan secara buatan yaitu perbanyakan
tanaman tanpa melalui perkawinan atau tidak menggunakan biji dari tanaman induk
yang terjadi secara buatan dengan bantuan campur tangan manusia. Perbanyakan
tanaman secara vegetatif buatan dapat dilakukan dengan cara stek, cangkok, okulasi
dan penyusuhan.
2.2.1 Cangkok
Dalam
dunia pertanian mencangkok (airlayerage) merupakan salah satu istilah yang
digunakan untuk memperbanyak tanaman secara vegetatif. Pembiakan vegetatif
secara cangkok ini merupakan sauatu cara perkembangbiakan tanaman yang tertua
di dunia akan tetapi hasilnya sering mengecewakan pencangkoknya karena
kegagalan dalam melakukan pencangkokan. Kegagalan ini dapat dilihat dari bagian
tanaman di atasa keratan/luka yang kering atau mati. Perkembangbiakan secara
vegetatif ini biasanya dipilih karena pertimbangan tertentu misalnya untuk
menginginkan tanaman baru yang mempunyai sifat sama seperti induknya, sifat
tersebut dapat berupa seperti ketahanan terhadap hama dan penyakit, rasa buah,
keindahan bunga (Wudianto, 1998).
Cangkok
bertujuan untuk mendapatkan tanaman baru yang mempunyai sifat baik yang sama
dengan induknya misalnya rasa buah dan agar tanaman lebih kuat terhadap hama
penyakit. Tumbuhan yang akan dicangkok bisa ditanam di dalam pot karena tanaman
yang dicangkok tersebut sangat mudah dirawat, pohonnya juga tidak akan terlalu
tinggi seperti tanaman yang tidak dicangkok dan pohon yang tumbuh dengan cara
dicangkok tidak akan mempunyai akar tunggang (Harmann, 2004).
2.2.2 Okulasi
Okulasi adalah teknik memperbanyak tanaman secara vegetatif dengan cara menggabungkan
dua tanaman secara lebih. Penggabungan ini dilakukan dengan cara
mengambil mata tunas dari pohon induk, kemudian ditempelkan ke bagian percabangan primer. Percabangan primer adalah percabangan yang tumbuh dibawah batang. Resiko kegagalan perlakuan okulasisi mata tunas lebih rendah
dibanding dengan resiko sambung pucuk. Penempelan mata tunas daya rekatnya
lebih kuat disbanding dengan sambung pucuk sehingga pertumbuhan tunas
selanjutnya cenderung lebih bagus. (Bang Ming, 2012).
Ada jenis tanaman tertentu yang
tidak bisa diokulasi karena banyak mengandung getah.Rambutan dan kapulasan
selalu gagal kalau disambung (enten) karena pengaruh asam fenolat yang
teroksidasi dapat menimbulkan pencoklatan (browning). Resin dan asam fenolat ini bersifat racun
terhadap pembentukan kalus (Machmudi, 2012).
2.2.3 Grafting (Penyambungan)
Penyambungan atau grafting adalah
cara memperbanyak tanaman dengan menyatukandahan tanaman satu ke tanaman yang
lain dan tumbuh menjadi satu tanaman. Budding merupakan salah satu bentuk
grafting, dimana tanaman induk merupakan bagian kulit kecil dari kulit pohon yang
mengandung satu mata tunas. (Adriance dan Brinson, 1955).
Menurut Jumin (1994), grafting atau
penyambungan dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu :
1.
Approach graft (penyambungan
dekat) atau yang lebih dikenal dengan penyusuan adalah menyambung dua tanaman
yang masing-masing tanaman masih berhubungan dengan akarnya. Bagian yang
digabungkan antarakedua tanaman itu adalah bagian atas saja. Setelah cukup
berumur barulah salah satubatang bawah dipotong atau sama sekali dibiarkan
terus sampai waktu tertentu.
2.
In arching adalah
penyambungan (penyusukan) yang masing-masing batang atas dan bawah tetap
berhubungan dengan akarnya. Hal ini untuk memperoleh yang daya isap haranya
tinggi.
3.
Detached seron graft adalah
batang atas lepas dari akarnya, diperoleh dari tanaman lain untuk disambung
pada tanaman lainnya yang menjadi batang bawah.
4.
Bridge grafting adalah
penyambungan yang terbentuk seperti jembatan guna mengganti kulit yang rusak.
BAB
III. METODE PRAKTIKUM
3.1
Waktu dan Tempat
Praktikum Perbanyakan ini dilakukan di
Karang Ploso-Malang pada hari
Sabtu, 24 Oktober 2015.
3.2
Alat dan Bahan
3.2.1
Alat
Alat
yang digunakan pada praktikum kali ini adalah pisau/cutter, sprayer, polybag,
tali plastik, plastik transparan/plastik es lilin dan kertas tisu.
3.2.2
Bahan
Bahan
yang digunakan pada praktikum kali ini adalah tanah, air, ZPT, batang tanaman
yang ingin diperbanyak secara vegetatif (tanaman sawo, jambu biji) dan mata
tunas.
3.3
Langkah Kerja Praktikum
3.3.1
Cangkok
1. Menyiapkan
dan memilih tanaman yang akan diperbanyak dengan cara mencangkok.
2. Mencari
dahan tanaman dengan ukuran yang sedang dengan kulit batang yang tidak terlalu
tua (berwarna coklat/coklat muda). Usahakan memilih batang dengan panjang
minimal 10 cm.
3. Mengupas
kulit batang sepanjang 5cm disekeliling batang tanaman.
4. Membersihkan
lendir kambium hingga bersih secara perlahan dengan menggunakan kertas tissue.
5. Mengolesi
dengan larutan ZPT pada kambium yang sebelumnya sudah dibersihkan.
6. Menutup dengan tanah/cocopeat batang yang
sudah dikelupas tersebut.
7. Membungkus
tanah/cocopeat tadi dengan menggunakan plastik bening (plastik es lilin) lalu
ikat kedua ujungnya hingga kuat agar tidak mudah lepas ataupun rusak.
8. Merawat
dan menyiram tanaman serta mengamati perkembangannya.
Gambar 1. Cara mencangkok
3.3.2 Okulasi (Penyisipan Mata Tunas)
1. Menyiapkan
dan memilih tanaman yang akan dilakukan penyisipan mata tunas.
2. Membuat
irisan melintang pada tanaman pokok pada bagian kulit halus sepanjang 1 cm dan
menjaganya agar kambiumnya tetap basah/lembab.
3. Mengambil
mata tunas yang cukup subur dan besar (mata tunas yang baik terletak pada
bagian tengah cabang) dengan cara membuat irisan melintang sepanjang 1,5 cm
diatas dan di bawah mata, kemudian kedua ujung irisan dihubungkan sehingga
diperoleh irisan berbentuk persegi panjang.
4. Mengangkat
kulit batang dengan pisau okulasi dan memegang tepi kulitnya.
5. Menempelkan
mata pada bagian batang pokok yang sudah dikelupas kulitnya kemudian
mengikatnya menggunakan plastic es lilin dengan kuat.
6. Melakukan
perawatan tanaman serta mengamati mata tunas tersebut setelah 2 hingga 3
minggu. Apabila mata tunas masih hijau ada harapan bahwa hasil penempelan tunas
berhasil/jadi.
Gambar 2. Cara okulasi
3.3.3 Approach Graft (Penyusuhan)
1. Menyiapkan
dan memilih tanaman yang akan dijadikan bahan penyusuhan.
2. Melakukan
pengupasan pada kulit batang atas dan batang bawah yang diperkirakan memiliki
ukuran diameter batang yang sama.
3. Menyatukan
batang atas dengan batang bawah yang kemudian mengikatnya dengan plastik es
lilin.
4. Melakukan
perawatan dan pengamatan.
Gambar
3. Cara Penyusuhan
BAB
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1
Hasil
|
No.
|
Perlakuan
|
Minggu 1
|
Minggu 2
|
Minggu 3
|
Minggu 4
|
|
1.
|
Cangkok (Delima)
|
-
|
-
|
P
|
P
|
|
2.
|
Okulasi (Sukun merah)
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
3.
|
Penyusuhan (Sawo)
|
-
|
-
|
P
|
P
|
|
4
|
Cangkok (Jambu Kristal)
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
5.
|
Okulasi (Jambu Kristal)
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
6.
|
Penyusuhan (Sawo)
|
-
|
-
|
P
|
P
|
Keterangan : P = Berhasil
-- =
Belum berhasil
4.2
Pembahasan
Pada
praktikum kali ini, kami melakukan perbanyakan vegetatif pada tanaman sawo,
jambu kristal, sukun merah dan delima. Teknik
perbanyakan vegetatif yang kami lakukan yaitu dengan cara okulasi, cangkok dan penyusuhan. Okulasi sering juga disebut dengan menempel, oculatie
(Belanda) atau Budding (Inggris). Cara memperbanyak tanaman dengan cara seperti
ini mempunyai kelebihan jika dibandingkan setek dan cangkok. Kelebihan dari cara
perbanyakan okulasi adalah mempunyai mutu yang lebih baik daripada induknya. Dapat
dikatakan demikian karena okulasi dilakukan pada tanaman yang mempunyai
perakaran yang baik dan tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta dipadukan
dengan tanaman yang mempunyai rasa buah yang lezat, tetapi mempunyai perakaran
kurang baik. Tanaman yang mempunyai perakaran baik digunakan sebagai batang
bawah, sedang tanaman yang mempunyai buah lezat diambil mata tunasnya untuk
ditempelkan pada batang bawah yang dikenal dengan sebutan entres atau batang
atas (Wudianto, 2002). Pada praktikum yang sudah dilakukan, kami menggunakan
tanaman sukun merah dan jambu kristal sebagai tanaman yang diperbanyak secara vegetative
dengan cara okulasi, namun hingga minggu ke empat pengamatan, okulasi yang
sudah dilakukan pada kedua tanaman tersebut masih belum tumbuh. Hal tersebut
dikarenakan untuk pertumbuhan okulasi memerlukan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 10 hingga 12
minggu pasca penyambungan mata tunas untuk menjadi tunas yang baru dan sempurna.
Selain lamanya waktu yang diperlukan, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan
saat melakukan okulasi agar tidak terjadinya kegagalan dalam menyambung mata
tunas, yaitu harus sterilnya alat yang akan digunakan. Pensterilan alat dapat
dilakukan dengan cara menyelupkan atau menyemprot alat dengan fungisida.
Hal tersebut untuk menjaga menularnya hama serta penyakit pada mata tunas dan
batang tanaman saat kita melakukan pemotongan. Selain harus sterilnya alat, hal
yang perlu diperhatikan selanjutnya yaitu pada saat pengikatan mata tunas. Dalam
melakukan pengikatan batang dengan mata tunas tersebut, sebaiknya diikat dengan
kencang, agar tidak goyang dan terlepas saat tertiup angin.
Teknik perbanyakan selanjutnya yang kami lakukan saat
praktikum yaitu penyusuan. Penyusuan (approach grafting) merupakan cara
penyambungan di mana batang bawah dan batang atas masing-masing tanaman masih
berhubungan dengan perakarannya. Keuntungannya tingkat keberhasilan tinggi,
tetapi pengerjaannya agak merepotkan, karena batang bawah harus selalu
didekatkan kepada cabang pohon induk yang kebanyakan berbatang tinggi.
Kerugiannya penyusuan hanya dapat dilakukan dalam jumlah terbatas, tidak
sebanyak sambungan atau menempel dan akibat dari penyusuan bisa merusak tajuk
pohon induk. Pada praktikum yang sudah dilakukan, kelompok kami (kelompok 3)
dan kelompok 6 melakukan penyusuhan pada tanaman sawo. Pada tabel hasil
pengamatan diatas, penyusuhan yang kami lakukan dapat dikatakan berhasil karena
pada saat kami melepas ikatan yang menyatukan dua batang, batang tersebut sudah
menempel dan menjadi satu. Menurut buku referensi, penyusuhan dapat dikatakan
berhasil jika tanaman yang ditempatkan atau disusukan tersebut tidak layu.
Selanjutnya yaitu teknik mencangkok. Teknik mencangkok
(marcottage atau air layerage) banyak dilakukan untuk memperbanyak tanaman hias
atau tanaman buah yang sulit diperbanyak dengan cara lain, seperti stek, biji,
atau sambung. Pada praktikum yang sudah dilakukan, ada dua jenis tanaman yang
digunakan sebagai media untuk mencangkok, yaitu tanaman jambu kristal dan
tanaman delima. Hasil dari pengamatan yang sudah dilakukan, hanya ada satu
tanaman saja yang berhasil, yaitu pada tanaman delima. Hal ini dapat dilihat
dari mulai keluarnya akar pada batang yang dilapisi tanah tersebut. Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam proses pencangkokan
diantaranya adalah batang yang di cangkok, batang harus dalm kondisi baik atau
tidak cacat, tidak terlalu tua maupun muda, berdiameter sesusai; faktor media,
kondisi media meliputi ketersediaan unsur hara penunjang pertumbuhan akar,
kelarutan zat hara, pH, tekstur, jumlah bahan organik; faktor cahaya matahari,
diperlukan tumbuhan untuk proses fotosintesis yang hasilnya ditransmisikan ke seluruh
jaringan melalui floem; fotosintesis, proses fotosintesis dapat pula
mempengaruhi perkembangan akar; cuaca (curah hujan) dan kelembaban yang sesuai;
serta teknik pencangkokan, pada batang yang dicangkok dihilangkan floemnya
menyebabkan zat-zat hasil fotosintesis tidak dapat sampai ke perakaran tetapi
terkumpul pada bagian atas cangkok, cadangan makanan tersebut digunakan tanaman
untuk pertumbuhan akarnya (Saputra,1990). Tanaman yang mudah berhasil
diperbanyak dengan cara dicangkok umumnya memiliki kambium atau zat hijau daun,
seperti mangga (Mangifera indica), sukun
(Artocarpus communis), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), alpukat (Persea americana), dan lain-lain.
BAB
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
Kesimpulan
1. Perbanyakan
tanaman dengan cara vegetatif lebih cepat dan lebih efektif dari pada
perbanyakan tanaman secara generatif yang membutuhkan waktu yang relative lama.
2. Keberhasilan
perbanyakan dipengaruhi oleh faktor media, kondisi tanaman, teknik serta
perlakuan pada saat perbanyakan.
3. Perbanyakan
vegetative memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
4. Pada
teknik perbanyakan dengan cara okulasi, memerlukan waktu yang lebih lama
dibandingkan dengan teknik penyusuhan dan cangkok.
5.2
Saran
Pada kegiatan praktikum perbanyakan
tanaman secara vegetatif dengan cara mencangkok, okulasi dan penyusuhan ini kurang
berjalan dengan baik. Kurangnya tanaman yang tersedia untuk dilakukan
perbanyakan hingga kurang terdengarnya arahan atau instruksi dari insruktur
menjadikan para praktikan agak sedikit kebingungan saat melakukan praktikum
tersebut. Sebaiknya sebelum praktikum dilakukan, harus dipersiapkan dan dipastikan
lagi dengan baik untuk bahan tanam serta instruktur yang memadai.
DAFTAR
PUSTAKA
Adriance, G. W. and
Brison, F. R. 1955. Propagation of
Horticultural Plants. McHill BookCompany.
New York.
Ashari, S. 1995. Hortikultura Aspek Budidaya. Universitas
Indonesia Press. Jakarta.
Bang ming, 2012. Okulasi Pada Tanaman.
http://www.blogspot.com. diakses tanggal 18 November 2015
Harmann, H.T. and D.E
Kester. 2004. Plant propagation
principles and practices. Prentice-Hall,Inc.
Englewood Cliffs, New Jersey.
Jumin, Hasan. Basri,
1994, Dasar-Dasar Agronomi, PT. Raja
Garfindo, Jakarta.
Machmudi, 2012. Petunjuk Praktikum Hortikultura Buah.
Malang. UMM
Saputra, D.D.1990.Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: gramedia.
Wudianto,
R.2002. Membuat Setek, Cangkok dan Okulasi.
Jakarta: Penebar Swadaya.
Wudianto, Rini. 1998. Membuat Stek, Cangkok, dan Okulasi.
Jakarta: Penebar Swadaya.
Lampiran
1. Dokumentasi Pengamatan Praktikum
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
888casino Promo Code 2021 | INCL. Promo Code for Dec 2021
BalasHapus888 Casino is offering 동두천 출장샵 online slots and table 충청북도 출장샵 games for all types of players to enjoy. Withdrawing in the event of a discrepancy, the site 김포 출장안마 will payout $50,000.Bonus Code: JAMBLERENOCasino Type: Slots 이천 출장안마 and Table 제주도 출장마사지 GamesBonus Valid: December 2021 Rating: 8.3/10 · Review by JAMBLERENO
Best No Deposit Bonus Codes in India - Herzamanindir.com
BalasHapus5 steps1.Visit mens titanium wedding bands the official website of No https://tricktactoe.com/ Deposit India.
Benefits of using a no deposit bonus.
Benefits of 바카라사이트 using a no deposit herzamanindir bonus.
Benefits of using a no deposit bonus.
Online Sincere Accessory domain 1xbet app www.online-bookmakers.info